Menurut saya, Pacaran adalah hubungan antara cowok dan cewek yang saling mencintai,saling menyayangi,saling menghargai,mengerti kondisi pasangan,saling melindungi dan saling menghormati . Keduanya terlibat dalam perasaan cinta dan saling mengakui pasangan sebagai pacar. Jadi, pacaran berarti kita sudah melangkah lebih jauh Kita tahu ada istilah “Sia-sia masa muda kalau tidak pacaran. Istilah ini ada benarnya. Karena ternyata melalui pacaran kita bisa mempunyai dampak yang positif yaitu:
1. Memetik berbagai ilmu yang berharga, Sosok teman atau sahabat sangat penting dalam kehidupan kita. Mereka jadi tempat berbagi sekaligus membangun identitas diri. Namun, seiring dengan perkembangan organ-organ seksual, kita mulai melirik hal lain. Gejolak hormon estrogen atau testosteron memunculkan greget yang berbeda.Perasaan ini semakin menggila ketika kita bertemu lawan jenis yang menarik perhatian. Tiba-tiba muncul perasaan suka dan ingin lebih dekat dengannya. Di saat ini, teman tetap memegang posisi penting. Tapi ada hal lain yang kita inginkan. Kita pengin pacaran! dalam hal usaha mengenal lawan jenis. Di sini kita sudah bikin komitmen sama si pacar.
Keinginan untuk pacaran sebenarnya sangat wajar dialami. Pacaran adalah salah satu tugas perkembangan yang harus dipenuhi remaja adalah menjalin hubungan yang lebih matang dengan lawan jenis. Kita diharapkan tidak lagi berperilaku seperti anak kecil. Contoh, kalau tidak sengaja kesentuh lawan jenis, langsung marah-marah dan membersihkan bekas sentuhan itu. Sekarang, kita harus lebih dewasa dalam berperilaku di depan lawan jenis.
Ada banyak alasan yang menyebabkan remaja akhirnya memutuskan untuk pacaran. Tapi sering kali alasan-alasan itu demi memuaskan kebutuhan pribadi. Seperti, buat teman curhat, gaul, atau supaya ada yang memperhatikan. Apa saja ilmu yang didapat dari pacaran? Cukup banyak dan salah satunya, lewat pacaran, remaja bisa lebih mengenal lebih jauh tentang perilaku jenis kelamin berbeda.Misal, cewek jadi tahu kalau ada cowok yang suka menunjukkan rasa sayang lewat tindakan dan bukan kata-kata. Atau cowok lebih mengerti perilaku ceweknya yang uring- uringan saat PMS (pre-menstrual syndrome).
2. Mampu mengasah kemampuan bersosialisasi. Melalui ajang ini kita bisa mengasah kemampuan bersosialisasi. Kita jadi tahu bahwa jujur pada pasangan itu penting. Hubungan kasih sayang juga semakin terjaga saat kita saling memberi saran dan bukan menyalahkan.Apabila kita pacaran , disinilah mulai kita mempelajari orang lain dan mengerti orang lain sehingga tidak hanya mampu bersosialisasi yang baik dengan pacarnya saja, tapi juga bisa bersosialisasi baik dengan orang lain.
Contoh: Ada laki-laki dulu yang sangat cuek dan kasar dengan orang lain, tapi setelah pacaran dia dapat bersosialisasi yang baik dengan orang lain.Sebagaimana yang dipelajari sosialisasi adalah proses dimana kita belajar sehingga akibat dari pembelajaran tersebut maka dapat mengubah kepribadian seseorang.Begitu juga dengan pacaran seseorang akan terbiasa dengan kebiasaan yang dilakukan oleh pacarnya karena selalu bersosialisasi.Contoh: Ada teman di kelas saya yang sifatnya sama dengan pacarnya, gaya bicaranya sama, mereka tidak sadar kalau mereka telah meniru gaya bicara pacarnya dan ini diakibatkan karena kemampuan sosialisasi.
3. Mampu meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Dalam pacaran pasti pernah mengalami masalah. Kemampuan bernegosiasi untuk menyelesaikan konflik sama pacar pun bermanfaat buat melanggengkan hubungan. Jadi, untuk melanggengkan hubungan ini pasangan tersebut harus bisa memecahkan masalah yang sedang mereka hadapi dengan kepala dingin. Pasangan ini harus bisa belajar menolerir perbedaan pendapat dalam memecahkan masalah ini.Oleh karena itu tidak boleh mementingkan kepentingan pribadi, tapi untuk bersama.
4. Merubah sifat jelek yang ada pada remaja tersebut. Sekarang banyak kita lihat, apabila orang itu mempunyai pacar maka seseorang tersebut akan rela merubah sikap demi pacarnya untuk menjadi yang lebih baik dan kelihatan baik di depan pacarnya. Memang awalnya sikap tersebut dibuat-buat atau tidak dari hati, tapi dari sikap ini diperbuat terus di depan pacar dan karena seringnya bertemu pacar sikap tersebut menjadi suatu kebiasaan.Sehinga tidak terpaksa lagi melakukannya.
Contoh: Ada laki-laki yang dulunya kotor, tapi setelah punya pacar jadi lebih bersih karena sang pacar tidak suka kotor. Tapi setelah lama berpacaran dia jadi terbiasa hidup bersih.
5. Meningkatkan prestasi belajar. Dalam meningkatkan prestasi belajar terkadang juga ada faktor pacar. Karena ada orang yang dapat meningkatkan prestasinya dengan mempunyai pacar karena sang pacar dapat memberikan motivasi untuk lebih meningkatkan prestasi. Dalam berpacaran, pasangan tersebut akan menunjukan kepada pasangannya bahwa dia yang terbaik dari orang lain. Sehingga mendapat pujian dari pasangannya itu.
Contoh: Ada teman sekelas saya yang mempunyai pacar dan apabila nilainya di bawah nilai orang lain, maka dia akan termotivasi untuk lebih tinggi dari orang lain karena motivasi dari pacarnya untuk lebih baik. Dan itu pun terbukti dari nilai yang dia dapatkan lebih tinggi dari orang lain.
6. Melatih kesabaran. Apabila kita punya pacar, otomatis kita punya komitmen untuk tidak egois agar hubungan tetap lancar. Oleh karena itu, disini dibutuhkan kesabaran yang tinggi untuk dapat mengerti si pacar. Misalnya, Sang pacar lagi marah-marah jadi harus sabar menghadapinya supaya hubungan tidak retak.
7. Melatih berpikir positif. Dalam membina hubungan diperlukan rasa kepercayaan satu sama lain. Oleh karena itu apabila ada masalah dengan pasangan mak kita harus berpiki positif agar hubungan yang telah dibangun tidak hancur karena berpikir negatif terhadap pacar. Maka dalam berpacaran diperlukan “Positive Thinking”.
Contoh: Ada seorang perempuan yang melihat pacarnya bergandengan tangan dengan cewek lain, maka cewek itu tidak langsung berpikir negatif dan langsung memarahi si cowok tapi, berpikiran positif bahwa mungkin pacarnya berjalan dengan sepupunya. Setelah nanti bertemu baru tanya kepada si cowok untuk menjawab siapa yang jalan bersama dia tadi.
8. Pacaran bukan awal dari seks bebas. Banyak orang sekarang mengatakan kalau pacaran awal dari seks bebas.Tapi pendapat itu salah karena kita tahu, apabila kita telah membuat komitmen untuk pacaran, maka kita harus mnghargai dan menghormati orang yang kita cintai itu atau pacar kita. Jadi, seks bebas tidak akan terjadi apabila orang tersebut berpacaran karena mereka tidak mungkin menyakiti atau merusak masa depan orang yang dicintainya.
Malahan kalau kita dapat berpikir kalau laki-laki yang mempunyai hawa nafsu atau naluri seks yang tinggi kalau tidak punya pacar maka akan melampiaskan nafsunya tersebut kepada orang lain.Tapi coba kalau punya pacar nafsunya itu akan hilang karena dia tidak ingin menyakiti perasaan pacarnya atau orang yang dia cintai.Tapi semua dampak tersebut dapat dilaksanakan apabila sesuai dengan norma yang berlaku atau berpacaran yang sewajarnya atau benar.
Sabtu, 25 Juli 2009
pacaran ..??
Diposting oleh deasy occha di 02.02
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
hahaha.. !!
Posting Komentar